Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Berbagi Cerita

Blog EntryAug 26, '10 5:16 AM
for everyone
Test ajah ;)

Blog EntryAug 6, '10 4:33 AM
for everyone
Kemarin Khonsa ulbul ke 16, alhamdulillah. Selamat ya Nak, makin hari makin pinter aja, heuheu. Adaaa aja sesuatu yang menjadi trending action setiap bulannya (twittermodeon, ;p). Berikut ini beberapa catatan penting di ulbulnya ke 16 :
  • Jalannya sudah mantab, dan mulai berlari.
    Makin antusias menjelajah semua tempat. Paling suka jalan-jalan ke luar rumah, ke jalan, ke rumah tetangga. Sekarang jika jalan-jalan, alhamdulillah sudah bisa gandengan tangan, :D.
  • Kosakatanya bertambah dan sedikit demi sedikit mulai berbentuk kata-kata.
    Tetep aja sih ya, favoritnya bilang 'Yayah'. Diajari bilang ibu keluarnya Mama, wkwkwkwk. Paling bisa bilang habis, nenen, dedek, dan pepe (hape).
  • Sedang sangat suka menunjuk dirinya sendiri.
    Saya sering memanggilnya 'cantik'. Jika ditanya, "Tik tik cantik yang mana?". Dia akan menunjuk dirinya sendiri, ;p (narsisdetected). Selain itu saya sering mengetesnya untuk menunjukkan barang-barang yang ada di dekatnya, alhamdulillah sudah mengerti. Tahu buang sampah dimana, dimana menyimpan susu, dimana menyimpan baju, sepatu, dimana tempat mandi, dll.
  • Suka joget joget dan angguk-angguk.
    Awalnya sering mendengar lagu anak semacam Kebunku, Pelangi dll. Lama-lama dia suka menarikan tangannya atau menggoyangkan badan. Soal angguk-angguk, sekarang mulai menjadi semacam sinyal kalau Khonsa setuju. Misalnya, saat saya berpesan, "Ibu mandi dulu", atau "Ibu ke kantor ya," atau "Ibu sholat nggih". Maka dia akan mengangguk-angguk, tapi alisnya dinaikkan. Kebayang kan? :D.
  • Soal makan, alhamdulillah sangat mudah.
    Menu apa aja mau. Dari kukus sampai goreng, dari sayur bening sampai sedikit santan. Lauknya juga lebih bervariasi, dari tempe, tahu, ikan, daging. Semua doyan. Kemarin sempat demam sampai 40 derajat, ternyata sariawan dan panas dalam. Sempat GTM 2 hari, alhamdulillah setelah sariawannya lebih enakan, nafsu makan kembali.
  • Giginya 10, horeee....Sebentar lagi akan menjadi 12 tampaknya. :D
  • Mulai mengenali lingkungan.
    Di tempat baru, Khonsa termasuk yang agak susah menyesuaikan. Harus dikenalkan dulu dengan kondisi sekitar, baru biasanya mau main. Misalnya saat saya ajak ke kondangan, kadang-kadang maunya digendong saja. Atau saat kemarin ikut ke kampus ujian d4, dia agak takut saat hendak saya kenalkan dengan teman-teman. 
  • Bobok malam alhamdulillah masih mudah, apalagi jika sudah lelah bermain. Tinggal dibawa ke kamar, diredupkan lampunya, diambilkan bantal dan boneka kesayangannya (entah kenapa bulan ini lagi friendly sangat dengan si boneka Tazmania), berdoa, diajak ngobrol, lalu tidur.
  • Toilet training masih in progress, sejauh ini maish on off. Kadang-kadang pinter bilang pispis, tapi kadang-kadang sudah ngompol baru bilang pispis. Huehehe.
Sehat terus ya Nak. Be a sholihah.
Foto waktu jalan pagi di Monas, uda bosen di stroller :)

Blog EntryJun 17, '10 4:18 AM
for everyone
Hari ini tiba-tiba ingin menuliskan perkembangan si lucu Khonsa. Hehe.

Alhamdulillah, sejak kurang lebih sepekan lalu, setelah ulang bulan ke-14 Khonsa perlahan mulai bisa berjalan sendiri. Dari mulai dua-tiga langkah sampai dengan hari ini sudah bisa menjelajah dari ruang depan hingga ke dapur. Kalau bertemu dengan anak seumuran atau anak-anak kecil yang lari-lari, Khonsa pasti ikut-ikutan lari dan mengejar. :D

Semakin hari kosakatanya semakin banyak. Rumah menjadi sangat ramai dengan celotehan-celotehannya. Jika kami tertawa, Khonsa biasanya akan ikut tertawa-tawa, :D. Atau mendengar teriakan anak tetangga misalnya, kadang-kadang ikut-ikutan berteriak. Ini dia kamus kecilnya Khonsa (hari ini 14m1w 5d) :

Yayah / Ayyah : Ayah
Buh : Ibu
Dedek : Menyebut dirinya / anak2 kecil
Abbah : Abah
Mbaah : Mbah
mBaak : Mbak
Mamam : Makan
Nene : Nen
Mimi : Mimik
Puus : Pus / Kucing
Jajah : Gajah
Bebe : Bebek
Kan : Ikan
Tehteh : Teh
Pempe : Tempe
Pepe : Hape
Pii : Tipi
Biiis : Habis
Yayik : Jarik (minta Gendong)
Yeyek : Ndherek
Dadah : Melambaikan tangan kalau ditinggal ke kantor
Pispis / Pipis : Pipis
Tata : Minta
Cecek : Cicak (Sambil menirukan suara cicak)


Selain kemampuan berbicara dan berjalan, satu lagi perkembangan Khonsa yang membuat kami takjub adalah, kemampuannya memahami kata-kata yang kami sampaikan semakin baik. Misalnya, ketika si Ayah minta diambilkan bantal, tiba-tiba Khonsa bergegas ke kamar dan mengambil bantal kesayangannya lalu diberikan untuk Ayah, nice. Atau ketika kami katakan, "hujan dek", Khonsa langsung melihat keluar, menunjuk hujan yang sedang turun. Kemampuannya mengenali beberapa macam barang di rumah juga semakin baik. Bantal, guling, selimut, buku, meja, kulkas, ember, pulpen, kursi, pintu, jendela, motor, sepatu, sandal, piring, dll.

Alhamdulillah, tak henti kami bersyukur kepada ALLAH SWT. Sampai dengan hari ini, alhamdulillah fase perkembangan bayi pada Khonsa semua terlewati dengan baik. Lulus sebagai sarjana ASI Eksklusif dengan hasil gemilang. S2 ASI juga terlalui dengan baik, insya ALLAH tinggal melanjutkan ke S3 ASI. Kami sangat bersyukur Khonsa termasuk anak yang 'mudah'. Tidak pernah rewel, bisa dibilang sangat jarang menangis, mudah dimengerti dan mengerti, alhamdulillah. Pola makan dan pola tidurnya juga mudah. Sangat jarang GTM, menu apapun mau, termasuk sayur mayur segala rupa. Bobok malam juga gampang dan tidak merepotkan.

Bersyukur, bersyukur dan bersyukur....
Alhamdulillahirobbil'alamin....
Semoga ALLAH SWT memampukan kami untuk menjaga Khonsa dengan baik. Amin...

Blog EntryJun 1, '10 11:47 PM
for everyone
Pagi ini saat sedang jalan-jalan dunia maya seperti biasa, tak sengaja saya tersesat di halaman facebook buku Diorama Sepasang Al Banna. Ada yang masih ingat novel itu? Karangan mbak Ari Nur dengan tokoh utama si Mr. Akechi a.k.a Ryan Fikri dan Inda Maharani alias Rani. Saya membaca novel tersebut untuk pertama kalinya saat duduk di bangku SMA (lupa kelas berapa), sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu. Sedangkan seri kedua nya yang berjudul Dilatasi Memori baru saya baca ketika kuliah.

Saya tersenyum-senyum sendiri ketika tiba-tiba  menemukan kedua tokoh utama dilatasi memori ini memiliki akun facebook (silakan klik namanya, insya ALLAH sudah saya link langsung dengan alamat facebook mereka). Rupanya mbak Ari Nur memiliki ide kreatif untuk melanjutkan kisah Pak Ryan dan Bu Rani melalui media facebook. Bisa dibaca di wall masing-masing tokoh. Apa yang membuat saya terkekeh adalah, ketika kemudian wall kedua tokoh fiksi tersebut penuh dengan komentar dari para penggemar Diorama Sepasang Al Banna. Lucuuu dan membuat saya hampir tak bisa menahan tertawa, huwehehehe. Plus profil picture-nya itu, :D.

Silakan untuk yang penasaran, langsung meluncur ke TKP saja ya.



Blog EntryMay 31, '10 6:45 PM
for everyone

Diantara sekian hal nikmat ALLAH SWT yang saya syukuri adalah, memiliki khadimat sebaik pengasuh Khonsa sekarang ini.

Ya, entah sudah berapa kali saya mendengar curhat para ibu sehubungan dengan ART/ khadimatnya yang bermasalah. Ada yang kerjanya tidak beres, ada yang kebiasaannya tak bisa ditolerir, sampai kisah soal khadimat yang pamit pulang kampung untuk suatu hal, dan ternyata tak kembali lagi.  Kisah yang berwarna dan beraneka ragam, yang pada awal masa pernikahan dan kehamilan sempat membuat saya bimbang dan takut. Takut jika mendapat khadimat bermasalah dan tak sesuai dengan apa yang kami inginkan, :D . Apalagi mengingat status saya sebagai ibu bekerja yang mengharuskan meninggalkan anak-anak dengan pengasuh. Beberapa ibu bekerja memang memungkinkan meninggalkan anak-anak mereka dengan para nenek, tetapi hal itu tak berlaku buat keluarga kami.  Selain terpisah jarak beratus-ratus kilometer, kebetulan ibu saya dan ibu ayahnya khonsa sama-sama punya kesibukan alias bekerja. Jadilah mau tak mau memiliki khadimat untuk mengasuh si kecil menjadi satu hal yang tak terhindarkan.

Saya dipertemukan dengan si mbak W (sebut saja begitu) sekitar 2 bulan menjelang HPL kelahiran Khonsa. Almarhum Bapak yang saat itu mencarikan khadimat, dan dipertemukanlah kami dengan si mbak yang berasal dari tetangga desa kampung saya. Mbak W sebelumnya memang sudah berpengalaman mengasuh bayi dan anak, jadi begitu mendengar hal tersebut saya setuju-setuju saja dengan pilihan ini. wal-awalnya, saya demikian canggung harus berhadapan dengan kehadiran orang ketiga di rumah, :D . Jika sebelumnya rumah hanya diisi saya dan suami, mulai saat itu kami harus berbagi dengan mbak W. Sulit? Awalnya terbayang iya, namun ternyata semua mengalir alami begitu saja dengan mudah. Mbak W bisa menunaikan tugasnya dengan baik tanpa harus melanggar privacy yang kami miliki, pun demikian sebaliknya, saya selalu berusaha memberikan ruang bagi mbak W untuk dirinya sendiri.

Lantas, bagaimana dengan masalah kontrak kerja, gaji, perjanjian tugas-tugasnya dll? Believe it or not, hanya 1 hal yang kami sepakati sejak awal, yakni masalah gaji dan tetek bengek penghasilannya. Soal lainnya, lagi-lagi mengalir begitu saja. Bukan apa-apa, saya bukan termasuk orang yang perfect dan telaten mengatur printilan-printilan kecil tetek bengek urusan beginian, hehe. Jadi akhirnya semua berjalan Tahu Sama Tahu. Apa saja yang perlu mbak W kerjakan dan tidak, dan apa-apa yang memang saya ingin kerjakan sendiri.

Lama-kelamaan, ternyata si mbak menjadi salah satu sahabat saya. Pun demikian, saya selalu berusaha menjadi sahabat yang baik bagi si mbak. Menjadi tempatnya bercerita, berusaha memberikan alternatif solusi permasalahannya, saling berbagi tentang info-info masalah dapur,  pengasuhan anak, dll. Banyaakkk. Dan tanpa saya sadari hal-hal itu ternyata menyenangkan.

Satu hal yang saya syukuri, mbak W ternyata sosok yang benar-benar sayaaaang sekali dengan Khonsa.  Semenjak Khonsa masih berusia newborn, gendongan mbak W menjadi salah satu tempat nyaman Khonsa. Ketika saya tak ada misalnya, mbak W akan bisa menenangkannya dengan satu atau dua jurus gendongan menenangkan bayi, hehe. Si mbak pun bisa telaten mengasuh si kecil. Ketika cuti bersalin saya habis, si mbak saya kursus secara khusus untuk mengelola manajemen ASIP si kecil. Bagaimana cara memanaskan ASIP, steril botol dan dot, cara menyimpan ASIP, memberikannya kepada si kecil, hingga menyiasati supaya stok ASIP bisa terus terjaga :D . Termasuk kursus menghadapi MPASI, perawatan anak, stimulasi permainan dan perkembangan motorik bayi, dsb.

Jika sesekali ada sesuatu yang mengecewakan, saya anggap hal itu adalah sebuah kewajaran. Misalnya ketika si mbak lupa dengan pesan kita, atau lupa dengan beberapa detail yang sudah kita siapkan. Ya, namanya manusia, salah itu wajar kan? Paling saya menegurnya dengan gaya candaan sesama perempuan. Biar enak dan sama-sama nyaman. Walupun pernah sekali dua kali ada kesalahan yang agak berat, namun saya tetap berusaha menjaga cara-cara untuk mengkomunikasikannya dengan si mbak dengan kepala dingin.

Ya, hingga hari ini terhitung sudah hampir satu setengah tahun si mbak ikut bersama kami. Mudah-mudahan sih betah. Walaupun saya sadar, suatu hari nanti ketika si mbak ini bertemu jodohnya, besar kemungkinan saat itu mbak W akan ikut dengan suaminya. Ya, jika saat itu tiba, saya hanya ingin si mbak mengingat saya sebagai sahabatnya. Tidak kurang, tidak lebih. As one of her bestriend (mudah-mudahan ya mbak, amin).

Jakarta, awal Mei 2010.

Jurnal ini ditulis sesaat setelah kami selesai nonton DVD film korea bersama, :D

Blog EntryDec 25, '09 2:15 AM
for everyone
Bulan ke-delapan. Ternyata si kecil sudah tumbuh begitu pesatnya. Semakin hari adaaaaa....saja sesuatu yang baru. Surprise, sekaligus antusias mengikuti perkembangannya dari hari ke-hari.

Jadi, ini perkembangan Khonsa bulan ke-8 ++ yang sempat terekam oleh ingatan:
  1. Semakin lancar merangkak dan sudah mulai belajar berdiri berpegangan. Biarpun masih sering jatuh, kami membiarkannya belajar. Akhir-akhir ini suka sekali mencari tumpuan yang dianggapnya tinggi untuk dijadikan pegangan ketika belajar berdiri. Semacam akan rambatan sebentar lagi. Seisi rumah sudah dijelajahinya dengan merangkak, harus selalu siaga menjaga supaya tidak mendekati zona berbahaya seperti kabel, kipas angin dll.
  2. Duduk sendiri dengan mantab bin kuat. Kalau sebelumnya harus dibantu, sekarang Khonsa sudah bisa duduk sendiri, tahu bagaimana caranya perlahan duduk dari posisi tengkurap dan merangkak.
  3. Bubbling dengan variasi suku kata. Bubbling pertamanya adalah 'mamamamama...'.  Bubbling berikutnya bervariasi meski masih belum begitu jelas, bababa...papapa...nana...fuuuu....haaah...dsb. Yang jelas sekarang rumah jadi lebih ramai dengan celotehan, gumaman, teriakan maupun rengekannya. :D
  4. Sudah mulai makan tim saring dengan berbagai variasi. Lauknya sudah berkenalan dengan tahu tempe, keju, kuning telur, dan hati ayam. Sayuran juga mulai bervariasi. Harus lebih kreatif membuat cemilan-cemilan untuk Khonsa. Suka sekali makan buah dan minum air putih.
  5. Sedang suka menjumputi benda-benda kecil. Suka mencari-cari di bawah alas mainnya, ada apa yaaa? Senang sekali mengejar semut-semut yang sedang berjalan di lantai, hehe. Mulai mengerti arti bermain yang sesungguhnya, dan senang sekali mengenali objek mainan baru. Bosan dengan mainan-mainannya, objek berikutnya adalah hp, dompet, sisir, toples, mangkok plastik, sendok plastik, dll. 
  6. Semakin menunjukkan emosi yang sedang dialami. Kalau sedang ngambek pasti nyaprut, bibirnya dilipat dan alisnya didekatkan. Kalau sedang senang, suka sekali tertawa lebar. Bahkan sampai terkekeh-kekeh.
  7. Bertepuk tangan semakin lancar, dan mulai suka melambai-lambaikan tangan.
Berat badan belum nimbang lagi. Alhamdulillah sampai sekarang masih full ASI meski terkadang harus kejar tayang. Oiya, sekarang benar-benar nemplok dengan ibunya kalau sedang libur. Gigi masih tetap 2, belum nambah lagi. Apalagi ya? Sepertinya bari itu saja, nanti kalau terlewat, update bulan depan ditambahkan. Sehat selalu ya Nak.

NB : Ibu-ibu, ada saran finger food untuk si kecil yang non instant? Bagi info donk. :D
Foto : Khonsa lagi nyetir mobil, :D

Blog EntryDec 25, '09 1:00 AM
for everyone
Penghujung 2009....

It's not easy. Tidak mudah sama sekali bagi saya, untuk melewati bulan terakhir di kalender Masehi tahun ini. Jika sebelum-sebelumnya saya masih bisa bersantai, maka long weekend di 3 weekend terakhir tahun ini saya lalui bersama pekerjaan saya tercinta, amanah yang baru 2 bulan ini saya jalani.

Menjadi bendaharawan, sama sekali bukan hal yang mudah. Apalagi bendaharawan di salah satu instansi milik pemerintah. Urusannya negara, riwueh bin ribeut. Sekeras apapun sugesti dan usaha yang saya lakukan untuk menjadikannya 'mudah' dan 'sederhana', sejauh ini belum menampakkan hasilnya *tersenyum pahit*. Diklat bendaharawan? Belum pernah sama sekali. Asistensi bendaharawan? Hanya sekedar membantu merapikan arsip. Jadilah, learning by doing. Bismillah,walau terkadang compang-camping di sana-sini, namun selalu ada hikmahnya. Belajar hal-hal yang baru.

Di sisi lain, kesibukan ini sedikit banyak mempengaruhi ritme keseharian. Terlebih jika dalam hari itu saya harus jalan-jalan keluar menyelesaikan pekerjaan. Mondar-mandir kesana kemari bersama motor tercinta. Dari satu tempat ke tempat lain. Belum lagi jika ada tamu yang datang ke kantor. Belum lagi ketika harus melayani pembeli-pembeli di tokonya Khonsa, :D. Jam istirahat dan makan kadang molor, termasuk sesi menunaikan tugas mulia lainnya demi 2 tahun hak ASI Khonsa. Dua pekan lalu harus lembur di kantor ketika weekend, diboyonglah si kecil Khonsa bersama si ayah dan seabreg bawaan untuk ikut, :). Dan long weekend ini, saya lalui bersama tumpukan faktur dan nota-nota yang menanti untuk dirapikan.

Ahaaa...mantab nian.
Perlahan-lahan saya menikmatinya.
Sibuk? Ya...begitulah.
Semoga semuanya bisa terlalui dengan baik...


(Sekedar catatan, di akhir Desember 2009. Mohon maaf untuk SMS, PM atau GTalk yang tak terbalaskan akhir-akhir ini)

Blog EntryNov 15, '09 1:00 AM
for everyone
Tak terasa, sekarang Khonsa memasuki bulan ke-delapan alias bulan ke-tujuh plus plus. Banyak perkembangan baru yang rasanya sayang kalau tidak dituliskan, :D. Sekedar memorial tumbuh kembangnya, walaupun tak tercatat semua, namun suatu hari pasti masa-masa seperti ini akan dirindukan.

Yup, bulan ketujuh dilewati dengan mulus. Walaupun di awal MPASI terjadi kendala 'agak' susah makan, alhamdulillah sedikit demi sedikit semua teratasi dengan baik. Semakin kesini Khonsa semakin pinter makan. Walaupun tak selalu habis (dan saya memang tak memaksakan habis, yang terpenting dia sudah mau berkenalan dengan makanan) namun saya dan si mbak tetap bersemangat menyajikan menu-menu MPASI baru untuk Khonsa. Semakin kesini bahkan semakin dituntut untuk lebih variatif tentunya, supaya si kecil tidak bosan. :D

Menuju bulan ke-8 ini, Khonsa mulai berkenalan dengan buncis dan mentimun untuk tambahan sayuran, sedang untuk buahnya berkenalan dengan pisang dan pepaya. Ada yang bertanya, kok baru dikenalkan pisang? Hehe...Sengaja baru dikenalkan setelah membaca pisang tak semua anak cocok dengannya. Alhamdulillah Khonsa cocok-cocok saja, tidak ada kamus sembelit gara-gara pisang. Variasi makanan sampai pekan kedua rencananya masih kombinasi bubur-buah-sayur, baru nanti 2 pekan menuju bulan ke-delapan mencoba tim saring, mecoba dikenalkan dengan rasa baru seperti kaldu, ati ayam,dll.

Oya, untuk perkembangan baru tercatat beberapa hal di antaranya :
  • Tumbuh gigi 2 biji di sebelah bawah. Hihi. Lucu ketika menyaksikannya tersenyum -senyum genit sambil memamerkan gigi. Alhamdulillah periode tumbuh gigi kali ini tidak disertai demam dll, hanya sedikit rewel setiap malam.
  • Sudah bisa merangkak maju ke depan setelah sebelumnya ngesot,:). Walaupun masih tertatih dan sesekali jatuh, namun Khonsa sudah bisa merangkak ke depan, apalagi jika dipancing dengan mainan yang bisa digelindingkan ke depan. Pasti dikejar.
  • Duduk dengan lebih baik, bisa bertahan beberapa saat sebelum goyah dan akhirnya jatuh, . Duduk sendiri masih belum bisa, apalagi kalau dari posisi terlentang. Kalau dari tengkurap, Khonsa sudah hampir bisa duduk sendiri. Alhamdulillah.
  • Bertepuk tangan, . Ini sesuatu yang cukup mengejutkan sebenarnya, karena secara khusus kami tak mengajarinya. Hanya kadang-kadang nyanyi pok ame-ame atau kalau kau suka hati tepuk tangan, atau sesekali memberinya tepukan tangan jika berhasil mencapai sesuatu. Ternyataaa...Khonsa bisa melakukannya. Awalnya hanya suka mempertemukan kedua telapak tangannya sendiri, lama-lama bersuara juga. :D
  • Bisa memegang benda-benda kecil seperti pita, helaian rambut atau benang dengan lebih baik. :D
  • Bisa merobek kertas atau tissue yang diberikan, hehe. Malah belakangan ini sedang suka sekali bermain dengan kertas, buku, dan semacamnya.
Kalau soal bubbling, masih belum begitu nambah. Masih kombinasi vokal saja, namun lebih keras, apalagi kalau ngantuk, pasti nyanyi-nyanyi dulu sebelum bobok. Jarang sekali menangis, kalaupun iya biasanya menangis pura-pura alias cari perhatian, hehe. Makin bersahabat dengan orang baru, dan biasanya mau digendong siapa saja. Tapi belakangan ini sedikit ' mbok-mboken', kalau bobok musti ditungguin Ibunya melulu. Apalagi di hari libur.
Soal BB dan TB, belum diukur lagi, tapi sepertinya tak banyak bertambah. Yang penting sehat ya Nak. :)

Oya, kemarin sempat kehabisan stok ASIP dan ambil cuti 3 hari demi mengejar hak ASI Khonsa, alhamdulillah sekarang sedikit lebih baik, hanya ketar-ketir dengan pemadaman bergilir. Sepekan sekali area rumah dan sekitarnya pasti mendapat giliran, 2 pekan lalu sempat kecolongan mencair beberapa botol gara-gara es batu cadangan di freezer kurang banyak, hiks. Sempat sedih, namun sekarang jadi lebih siaga supaya tidak kecolongan lagi.

That's all about Khonsa in her seventh month, sehat selalu ya Nak.


Blog EntryNov 14, '09 7:59 AM
for everyone
Hari-hari belakangan ini barangkali menjadi hari-hari yang sibuk buat neneknya Khonsa. Semenjak ditinggalkan oleh bapak bulan Februari yang lalu, Ibu memang terlihat (sengaja) menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan. Barangkali begitu cara beliau mengurangi rasa kesepian yang melanda. Tidak mudah memang, namun saya bersyukur melihat Ibu terlihat sudah bisa menikmati hari-hari dengan lebih gembira dan menikmati berbagai aktivitasnya.

Dan hari-hari ini, Ibu sedang mengikuti kompetisi guru favorit tingkat DIY yang diadakan oleh MGLS (Musyawarah Guru Lintas Sekolah_CMIIW) se provinsi DIY. Awalnya ditunjuk mewakili sekolah, diseleksi hingga akhirnya masuk 2 besar untuk jenjang SD dan 10 besar untuk semua jenjang (TK, SD, SMP, SMA, SMK). Di jenjang terakhir ini, diadakan polling juga untuk menentukan pilihan guru terfavorit. Awal bulan Desember akan diadakan Grand Final yang disiarkan oleh televisi lokal. :)

Alhamdulillah, beliau terlihat lebih bersemangat dan lebih ceria menjalani aktivitasnya sekarang. Apapun, saya bersyukur sekali atas banyak hal yang terjadi. Bagaimana beliau menyibukkan diri dengan berbagai macam aktivitas dan menghasilkan prestasi yang cukup mengesankan. Yeah...tetap semangat ya Ibu, meski tak menjadi nomor 1 di kompetisi ini, namun engkau tetap menjadi yang nomor 1 di hati kami.

*) Gambar hasil scan profil Ibu yang dimuat harian Kedaulatan Rakyat.
Oya, buat yang ingin mendukung Ibu, boleh ketik SMS : PG<spasi>MIMIN kirim ke 9600 ya. Terimakasih kawans....

Blog EntryOct 12, '09 10:00 AM
for everyone
Horeee...Sudah sepekan ini gadis kecilku menikmati solid food. Menikmati rasa-rasa baru yang (mungkin) masih terasa aneh di lidah mungilnya. Yuhuu...Sepekan sudah mencoba petualangan baru. Sepekan menikmati rutinitas baru yang ternyata mengasyikkan : merancang menu, memasak dan menyuapi si kecil (ketika sempat).

Sepekan sebelum momen kelulusan Khonsa menjadi sarjana ASI Eksklusif, saya mulai membuka harta karun yang tersimpan di laptop, file-file mengenai MPASI yang sudah saya unduh entah sejak kapan. Mulai membuka lagi milis mpasirumahan yang saya ikuti. Jika sebelumnya hanya membaca sekilas, kali ini saya menyimaknya baik-baik, terutama untuk persiapan step awal MPASI. Paling tidak harus ada alat-alat yang disiapkan bukan? Dan berikut ini adalah peralatan tempur yang sudah saya miliki untuk MPASI Khonsa :
  • Food maker .
    Sepertinya ini barang yang cukup penting untuk dimiliki jika ingin menyediakan MPASI homemade untuk si kecil. Ada pemeras jeruk, saringan, penghalus/ulekan, penyaring dan pemarut. Tanpa bermaksud menyebut merk (halah), food maker yang kami miliki adalah merk Pigeon.
  • Panci.
    Ada 2 macam panci yang saya siapkan untuk MPASI Khonsa. Pertama, 1 panci yang khusus diperuntukkan untuk membuat bubur. Dulu saya membelinya di Pasar Tebet, merk lokal sajalah. Hehe. Satu lagi panci adalah kado ketika kami menikah, panci steamer untuk persiapan kukus mengukus.
  • Centong kayu pengaduk bubur.
  • Blender.
    Yang ini sebenarnya kami membelinya hampir setahun lalu, tapi tak pernah digunakan. Rupanya terlalu canggih untuk tangan saya yang biasa memencet tombol. Hehe. Jadi modelnya adalah diputar hingga posisi yang pas, sampai bunyi klek, lalu blendernya pun akan bekerja. Nah, masalahnya sampai hari ini hanya ayahnya Khonsa yang feelingnya selalu tepat mencapai bunyi klek, saya dan si mbak pengasuh Khonsa masih belum, :D. Blender ini rupanya sudah memenuhi apa yang disarankan di artikel dan milis-milis, berbahan kaca.
  • Saringan kawat, untuk persiapan menyaring jus, atau nanti ketika Khonsa sudah makan bubur tim saring.
  • Talenan 2 buah.
    Kenapa 2? Sengaja saya membelinya 2 untuk memisahkan antara talenan sayur/buah dengan talenan daging. :)
  • Pisau 2 buah.
    Sengaja 2 juga, untuk memisahkan pisau sayur/buah dengan pisau daging.
  • Mangkok dan sendok-sendok stainless.
    Insya ALLAH nanti ketika maemnya Khonsa sudah lebih bervariasi, mangkok ini bakalan helpfull banget. Rencananya setiap pagi saya yang akan menyiapkan bahan-bahan untuk makan Khonsa hari itu. Nah, mangkok-mangkok stainless itu tempatnya, sebelum ditutup dengan plastik kedap udara yang biasa untuk menutup makanan lalu disimpan di kulkas. Belinya di Toko Melati (Ps. Baru), lumayan murah dan lengkap juga (plus dekat dengan kantor, ^^) . FYI, di sana ada berbagai macam alat rumahtangga.
  • Plastik kedap udara.
    Gunanya untuk mempertahankan kesegaran bahan makanan yang sudah disimpan di kulkas. Potongan buah misalnya. Di pasaran saya baru menemukan merk Cling Wrap dari Bagus. Adakah yang lain?
  • Feeding Set dan Training Cup.
    Hasil kado ketika lahiran Khonsa, merknya Pigeon. :D. Gelas magmagnya malah sudah digunakan sejak Khonsa sebelum 6 bulan untuk minum ASIP.
  • Sassy Teething Feeder.
    Untuk melatih Khonsa mengunyah tanpa takut tersedak. Sampai sekarang belum digunakan sih, tapi sepertinya sebentar lagi akan dicobakan. Gara-gara kemarin ketika saya iseng menyodorkan potongan melon malah dikecap-kecap dan dikunyah-kunyah daging buahnya. :)
Apalagi ya? Rasanya baru itu. Kesemua peralatan tempur itu saya simpan di kotak besar bertutup/kontainer biar lebih tersusun rapi. Yang belum dibeli barangkali slow cooker, sudah diagendakan dan dimasukkan anggaran namun belum kesampaian. Nanti sajalah sepertinya, bulan ini rasanya masih berhubungan dengan bubur dan pure buah/sayuran. Oiya, ada lagi, baby cube atau mungkin mencari ice cube yang bertutup. Digunakan untuk menyimpan kaldu yang dibekukan, jadi sepertinya bulan ini masih belum akan membeli.

Nah, dari hasil eksperimen sepekan ini, sebenarnya tidak ada penolakan yang terlalu berarti dari Khonsa terhadap menu yang sudah saya susun. Hanya mungkin karena masih penyesuaian, menyuapinya mesti telaten, sedikit demi sedikit. Sesi maka berusaha kami jadikan sesi yang menyenangkan buat si kecil. Biasanya kami dudukkan di bouncher bersama mainan kesukaannya, atau di stroller, atau juga sambil digendong.

Menu yang sudah dicobakan adalah bubur tepung beras merah, bubur tepung beras putih, bubur tepung kacang ijo, pure kabocha dan pure apel (yang kesemuanya masih dicampur ASIP). Yang palin disukai tampaknya bubur tepung beras putih campur ASIP. Seperti kebiasannya jika minum ASIP yang sedikit tetapi berkali-kali, ketika MPASI ini pun setiap kali makan porsi Khonsa tak begitu banyak. Maka dari itu,  mulai 3 hari ini makannya 2 kali sehari, pagi-sore, sekarang dengan variasi menu berbeda (2 macam menu per hari). Yang sudah menunggu antrian ada tepung ubi, zucchini, kentang, pir, jeruk baby, dan alpukat.

Oiya, ngomong-ngomong soal ASIP, stok di kulkas sudah tak sebanyak dulu. Default per hari adalah sekitar 9-10 botol UC, sekitar 1 liter. Sementara konsumsi ASIP Khonsa walaupun sudah MPASI masih banyak, sehari bisa menghabiskan 400-500ml. Itulah mengapa program pumping di kantor jalan terus, ;p. Beberapa teman bercerita, setelah MPASI konsumsi ASIP anaknya jauh berkurang. Kok Khonsa tetap sama ya? :D. Padahal sehabis makan selalu diberikan air putih sedikit (bahkan akhir-akhir ini mulai menunjukkan kesukaannya terhadap air putih). Namun bisa jadi karena masih pekan pertama, jadi masih penyesuaian, makannya juga belum banyak.

Kesibukan baru yang menyenangkan, dan sepertinya ke depan harus bisa menyajikan menu yang lebih bervariasi dan penuh gizi tentunya. Semoga saja tekad untuk memberikan MPASI homemadeuntuk Khonsa terlaksana dengan baik. Doakan ya....

*)foto : Khonsa mencoba high chair di suatu tempat makan di Tebet.

Blog EntrySep 13, '09 8:51 AM
for everyone

Lebaran kali ini, kami sekeluarga berencana mudik bermobil ria dengan tajuk Tour de Java, Jakarta-Cilacap-Jogja-Cilacap-Jakarta. Untuk alasan itulah, semenjak jauh-jauh hari Khonsa kami kenalkan dengan car seat, kursi khusus untuk bayi ketika bermobil. Sebulan lalu, saya menyewa infant car seat dari teman MP ini (sekalian tak promoin ya mbak, heuheu) selama 2 bulan, dengan perhitungan sebulan pertama adalah masa pengenalan dan sebulan berikutnya pas dipakai ketika momen menjelang dan sesudah mudik. Kenapa menyewa? Alasannya simpel, infant car seat hanya digunakan untuk bayi 0-1 tahun dan untuk perjalanan jarak jauh sepertinya jarang kami lakukan, jadi sementara menyewa dulu saja.

Nah, gara-gara masalah car seat ini, saya pernah gondok dengan beberapa teman. Intinya sih, dituduh gaya-gayaan, dalam bahasa gauwlnya : "Ih, ngapain pake car seat segala? Gaya banget sih. Dipangku juga jadi kali." Hohoho...asli mangkel. Lha...kita yang pake car seat kok situ yang sewot, batin saya ketika itu. Tapi setelah saya pikirkan lagi, bisa jadi komentar itu muncul karena di Indonesia car seat memang belum familiar. Beberapa negara di luar negeri memang sudah mewajibkan pemakaian car seat untuk bayi ini. For a safety reason. Bukan sekedar gaya-gayaan atau sok-sokan. Kalau tak percaya, berikut ini saya copaskan artikel mengenai pentingnya car seat, mudah-mudahan bermanfaat. Selamat membaca.

   ***

Aman di Jalan dengan Car Seat

Jika Anda harus membawa bayi kecil Anda di dalam mobil, sudah saatnya Anda melindunginya dengan car seat. Inilah panduan lengkap cara penggunaannya.

Sekilas, bukan hal yang sulit untuk membawa si kecil sambil melaju dalam mobil. Itulah, pemandangan khas yang bisa kita saksikan di Indonesia. Kebanyakan orang tua tak merasa perlu berpusing-pusing berpikir bagaimana caranya menjaga keamanan si kecil selama berkendara. Toh, anak bisa digendong atau dipangku.

Masalahnya, cara seperti itu sama sekali tidak aman. Sadarkah Anda, cara itu sebenarnya hanya menjadikan tubuh si kecil itu menjadi bumper orang yang menggendong atau memangkunya?

Ketika terjadi kecelakaan, hentakan yang keras dari benturan mobil dapat membuat tubuh anak terjepit tubuh orang dewasa yang menggendongnya, atau ia justru akan terlempar ke depan. Yang gawat adalah bila kaca depan pecah. Ia bisa langsung terlontar keluar melalui kaca yang pecah itu. Sekedar menggunakan sabuk pengaman  (seat belt) juga bukan jawaban, karena sabuk ini tidak dirancang untuk tubuh anak-anak, yang berisiko tercekik.

Karena itulah Anda harus menggunakan kursi khusus buat anak, yang biasa disebut car seat. Kursi ini bisa dipasang dan ditarik, jadi tidak menempel permanen ke mobil. Anda juga bisa menggunakannya ketika naik taksi.

Car seat adalah alat krusial untuk mengamankan anak dalam mobil. Bukan itu saja. Dengan melatihnya duduk sendiri di dalam mobil, sebenarnya Anda melatih kemandirian si kecil disamping membuatnya nyaman selama perjalanan.

Masih belum yakin? Perhatikan saja kutipan berikut ini. Dalam situs www.aap.org disebutkan, sepanjang tahun 2000, sekitar 539 anak berusia di bawah 5 tahun di Amerika Serikat tewas dalam kecelakaan mobil. Terjadinya kecelakaan ini hanya karena tubuh mereka sama sekali tidak terikat atau tidak terikat dengan benar ke car seat- nya.

Beda usia, beda car seat

Berdasarkan jenisnya, car seat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

- Infant car seat, yakni kursi mobil khusus untuk bayi usia 0-1 tahun dengan berat badan maksimal 10 kg.

- Toddler car seat khusus untuk anak usia 1–4 tahun dengan berat badan antara 10–20 kg.

- Young children car seat adalah kursi khusus untuk anak usia 4–8 tahun dengan berat badan lebih dari 20 kg.

Mengingat pentingnya alat ini, negara-negara maju seperti Amerika Serikat atau Jepang, pemerintahnya mewajibkan orang tua untuk menggunakan car seat bagi anaknya dalam kendaraan.

Laila Andaryani Hadis

Sumber : www.anakku.net

***

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Pemerintah sepertinya belum menyentuh area ini. Padahal dari pengalaman saya sebulan ini memakai car seat untuk Khonsa, car seat ternyata helpfull banget. Ketika di rem mendadak misalnya, jika dipasangkan dengan benar dengan posisi menghadap belakang/ berlawanan dengan penumpang lain, otomatis badan si kecil akan tertarik ke belakang, bukan ke depan. Atau ketika saya mengantuk saya lebih memilih meletakkan Khonsa di car seat, takut kalau-kalau dia terlepas dari pangkuan. Serem.  Lebih aman di car seat, terlebih ada sabuk pengamannya dan pemasangannya pun harus diikatkan erat dengan seat belt. Jadi bukan sekedar gaya-gayaan atau sok-sokan. Apalagi untuk perjalanan jauh, lebih aman pakai car seat meskipun harus merelakan satu kursi penumpang untuk alokasi sebuah car seat. :)

*)Gambar : Khonsa di car seat (belum dipasangin sabuk pengaman tapinya, pose dulu,hehe)


Blog EntrySep 7, '09 10:31 PM
for everyone
Ada yang sedang hunting tiket pesawat?

Kebetulan ada teman yang tidak jadi berangkat dengan pesawat. Padahal sudah telanjur membeli tiket  Mandala Airlines. Untuk rute penerbangan Jakarta-Jogjakarta pada tanggal 16 September 2009 pukul 19.30. Harganya Rp. 1.460.000,- (bisa nego, hehe).

Oya, paket tiketnya adalah 2 untuk dewasa dan 1 infant.
Jika ada yang berminat, silakan hubungi liendza@gmail.com atau untuk yang benar-benar berminat, boleh via SMS ke saya, nanti akan saya hubungkan dengan ybs.


Blog EntrySep 5, '09 9:17 AM
for everyone
Alhamdulillah, hari ini tepat 5 bulan Khonsa mewarnai hari-hari keluarga kecil kami. Lima bulan yang ternyata begitu cepat berlalu. Tak terasa, hehe. Sepertinya baru kemarin saya memeluknya untuk pertama kali, dengan kulit yang masih merah dan kedipan mata yang masih sipit. Sekarang? Hooo...jangan tanya. Sudah semakin aktif dan semakin banyak maunya. :D





Lima bulan Khonsa, berarti lima bulan juga perjuangan memberinya full ASI. Apa kabar ASIX sampai hari ini? Hmmm...banyak yang terjadi sejak terakhir sharing soal ASIX . Sharing soal ASIX selanjutnya akan saya tuliskan tersendiri setelah selesai ASIX 6 bulan (insya ALLAH bulan depan nih, :D). Yang jelas, alhamdulillah sampai dengan hari ini Khonsa masih bertahan dengan program full ASI, no sufor, no makanan tambahan lain. Alhamdulillah

Ternyata punya bayi itu benar-benar sesuatu yang menakjubkan. Dari hari ke hari selalu saja ada sesuatu yang baru yang membuat kami benar-benar berucap, Subhanallah. Lantas, bagaimana perkembangan Khonsa di bulan kelima? Huhu...amazing! Berikut ini beberapa catatan yang sempat terekam mengenai Khonsa di bulan kelima :

  • Mengenali ayah dan ibunya.
    Believe it or not, sekarang Khonsa sudah pandai mengenali kami. Especially ketika kami tiba di rumah setelah pulang kantor. Begitu mendengar bunyi motor, biasanya Khonsa akan minta digendong mbaknya, minta dilihatkan keluar rumah, siapa yang datang. Dan, begitu kami datang, senyumnya yang lebar sudah siap menyambut, :D. Rasa lelah setelah seharian mengantor langsung lenyap deh, hehe.
  • Semakin banyak tersenyum dan tertawa, apalagi jika diajak main cilukba atau dicium-cium pipinya. Dijamin akan tertawa sampai tergelak-gelak.
  • Semakin banyak berekspresi, bisa menunjukkan kapan dia bosan, tidak suka atau sedih. Yang terbaru adalah, ngambek. Kemarin malam ngambek gara-gara hp yang sedang dimainkannya saya ambil, :D. Jejeritan ga karuan, dan baru diam dan tertawa-tawa setelah saya berikan hp kembali.
  • Sedang sukaaaaa banget ngemut-ngemut jari kaki.
    Tepatnya semenjak sepekan lalu. Awalnya, kami sering melihat Khonsa menarik-narik kakinya. Untuk semakin menstimulasi, saya membelikannya kaos kaki boneka. Jadi di kaos kaki ada kepala boneka bermacam-macam, dari hello kitty, kepala katak, winnie the pooh dll. Warnanya yang mencolok tentu saja semakin membuat Khonsa penasaran dan akhirnya, sampai juga jari kaki ke mulutnya.
  • Tengkurap semakin mahir dan semakin kuat mengangkat dadanya.
    Sudah pintar mundur dan berputar kemana-mana. Sekarang sedang giat belajar mengangkat pantat dari posisi tengkurap. Ini yang membuat kami harus waspada menjaganya. Ditinggal sebentar saja kadang sudah berputar arah. :D
  • Mengenali lingkungan.
    Jika berada di tempat baru yang kurang familiar atau bertemu dengan orang yang baru saja dilihat atau dikenalnya, biasanya Khonsa akan menunjukkan ekspresi tidak nyaman terlebih dahulu. Baru setelah beberapa saat ia akan obral senyum kemana-mana. Hihi.
  • Kosakata
    Tidak banyak berubah. Masih teriakan tidak jelas, hehe. Ketika diajak berkomunikasi, biasanya bibirnya akan bergerak-gerak seakan menanggapi. Kalaupun bersuara, paling hanya huruf-huruf vokal dan kombinasi konsonan yang kurang jelas. 

Apalagi ya? Oya, sekarang sudah tidak mau digendong dalam posisi tiduran. Maunya setengah duduk, atau gendong berdiri, atau gendong depan. Lagi seneng-senengnya bermain sendiri di bouncer. Tidur malam lebih teratur, dan jarang ngompol. Sekalinya pipis di pagi ketika dia bangun, bisa dirapel seperti danau, hwehe. Soal berat badan dan tinggi, belum nimbang lagi. Tapi sepertinya tidak bertambah banyak karena sekarang terlihat lebih langsing. Tak apa, yang penting sehat selalu ya Nak. Luv yu always...^^

(Ket foto :Foto terbaru Khonsa hari ini)

Blog EntryAug 26, '09 12:05 AM
for everyone
Sekedar ingin berbagi.

Ramadhan hari kedua, ketika tiba saatnya berbuka puasa. Si Ayah terlihat meringis kesakitan menahan sakit di giginya. Memang semenjak hari sebelumnya Ayah mengeluh giginya terasa sakit. Beberapa hari sebelumnya malah terasa ngilu apalagi jika minum/makan sesuatu yang manis. Namun ketika berbuka puasa saat itu, rupanya sakitnya lebih menjadi-jadi, terutama di bagian gusi dekat gigi yang kemarin terasa ngilu. Bahkan Ayah mengunyah makanan dengan susah payah. Akhirnya, diputuskan untuk 'berkunjung' ke dokter gigi selepas magrib.

"Gusinya bengkak dan kemungkinan bernanah, " ujar dokter gigi yang kami kunjungi setelah memeriksa mulut Ayah. Wew, usut punya usut, ternyata masalahnya bukan terletak di gigi, (dokternya kebingungan karena pas periksa gigi Ayah menurutnya semuanya oke) tetapi di gusi. Ada sedikit pembengkakan di gusi dekat langit-langit mulut sebelah kiri atas. Dan dokter mengatakan, pembengkakan pada gusi biasanya berisi nanah, it means untuk sembuh, nanahnya harus dikeluarkan.

Dan dimulailah proses 'operasi kecil' malam itu, hehe. Saya menyaksikan bagaimana Dokter berusaha keras mengeluarkan nanah dari si gusi yang bengkak (dan berada di lokasi yang cukup sulit). Ngeri, :D. Setelah kurang lebih hampir setengah jam berjibaku, barulah si Dokter menyatakan semua nanah sudah keluar, tinggal si Ayah yang meringis kesakitan.

***
Dari obrolan dengan Dokter, kasus gusi bengkak dan bernanah seperti itu ternyata cukup sering terjadi. Dan salah satu penyebab yang lazim yaitu dari faktor makanan. Hoooo, ternyata oh ternyata. Bisa jadi ketika kita mengunyah, ada makanan yang menusuk gusi. Contohnya makan ceriping misalnya, yang bentuknya tipis dan cukup tajam. Contoh lainnya ketika makan ikan, ada duri yang nyangkut, :D. Mungkin awalnya kita merasa biasa-biasa saja, namun pada beberapa kasus (apalagi kalau tidak segera dibersihkan) bekas tusukan/makanan yang nyangkut tadi bisa menimbulkan luka. Dan membengkak serta berisi nanah, hiiiiy. Serem. Jadi kesimpulannya, hati-hati jika makan sesuatu yang berpotensi nyangkut-nyangkut, hehe. Rajin menggosok gigi sesudah makan. Dan satu lagi, lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi untuk merawat gigi...

Yuk sayangi gigi

*)gambar dari google, mau menampilkan gambar gigi kok ngeri, jadi sikat gigi aja deh.


Blog EntryAug 19, '09 4:49 AM
for everyone
Teman-teman yang berlokasi di Bandung, adakah yang sedang mencari rumah? Mungkin ada yang berminat, ini ada teman yang hendak menjual rumahnya.

Lokasi di sukup lama RT.01 RW. 01, Ujung Berung, Bandung.
Luas bumi :119, Luas Bangunan: 102
Fasilitas/Spesifikasi :
 -3 kamar tidur
 -1 kamar mandi
 -1 dapur
 -1 ruang tamu
 -1 ruang keluarga
 -2 sumber air (sumur galian dan sumur bor)
 -1 tempat untuk menjemur pakaian (di dalam)
 -1 tempat untuk menyimpan mobil
 -Bebas banjir
 -Dekat dengan bermacam fasilitas (ATM, Rumah Sakit, Pasar, Kantor Pos, Jalan Raya, dll)
 -Bersertifikat

Harga 160juta (nego tipis yaaa..). Yang berminat silakan hubungi 085220262161/mas Andri.
Skrinsyut menyusul


Blog EntryAug 16, '09 8:33 AM
for everyone
Tahu komunitas nebengdotcom kan? :D
Yang kantornya berada di kota-kota macet terutama Jakarta, pasti tahu komunitas ini. Yup, ketika pulang kantor, sesama pegawai yang jalan pulangnya searah biasanya pulang rame-rame naik mobil salah satu pegawai. Selain mempermudah si pemilik mobil melalui jalur 3 in 1, cara ini juga menguntungkan pegawai lain yang nebeng, jadi relatif lebih enak pulang. Simbiosis mutualisme ceritanya, :D.

Nah, sebagai perempuan yang mengantor dengan motor, sesekali ada beberapa rekan kantor perempuan yang nebeng, biasanya sampai ke stasiun dekat kantor atau tempat mangkal angkot/kopaja. Kalau yang begini, saya biasanya mau-mau saja memboncengkan, karena jalanan yang dilewati bukanlah jalan protokol alias masih lewat dalam. Tak pakai helm pun tak apa, karena memang tidak melewati kawasan berwajib helm.

Tapiiii....
Pekan-pekan terakhir ini, sering ada kawan yang nebeng untuk naik KA di stasiun Kemayoran. Artinya, saya harus melewati Jalan Gunung Sahari dan memboncengkan kawan yang tidak memakai helm. Haduh... Pakewuh. Antara berusaha taat peraturan berlalu lintas dengan rasa tidak enak jika menolak permintaan teman. Pasalnya, ketika saya mengemukakan alasan tidak berani memboncengkan mereka tanpa helm via Sahari Raya, terkadang mereka berargumen : "Kalau ngojeg juga ga mesti pakai helm kok". Wew...speechless. Untungnya saat teman yang hendak nebeng berargumen seperti ini, teman seruangan saya nimbrung, "Jangan bu, soalnya saya pernah kena pas mboncengin temen ga pake helm. Memang ga selalu ketangkep polisi, tapi untuk amannya lebih baik pake helm."

Hayaaaah. Akhirnya, karena merasa tidak enak terhadap si teman, saya nekat memboncengkannya melewati Sahari Raya. Hasilnya? Memang tak terjadi apa-apa alias tak tertangkap polisi, namun sepanjang jalan saya ternyata khawatir dan tidak bisa berkonsentrasi penuh lha wong polisi dimana-mana, :D. Di kesempatan berikutnya, akhirnya saya menolak ketika si teman ini mau nebeng lagi. Walaupun sedikit pakewuh, jujur saya katakan, "khawatir mbak". Saya berikan opsi kepadanya untuk membawa helm. Eh, malah beliaunya bilang, "bawain dong!" Aha....gubrak.

Saya jadi teringat Ramadhan tahun lalu, saat masih tinggal di Jurangmangu dan sedang dalam kondisi hamil 4 bulan. Dengan entengnya, seorang mbak teman kantor yang berdomisili di sana minta nebeng sampai Jurangmangu. Huwaaaa...pakewuh banget. Mau menyanggupi bakalan capek, mau menolak rasanya sungkan. Akhirnya tetap saya sanggupi sih, tapi hasilnya tepar semalaman.

 ***
Hmm...susah juga kadang-kadang. Tapi dari semua hal-hal di atas, saya jadi lebih berhati-hati tatkala minta bantuan kepada teman atau siapapun. Lihat-lihat sikon. Jangan sampai si teman merasa repot atau menyanggupi hanya karena pakewuh semata....


Blog EntryJun 25, '09 3:55 AM
for everyone
Seorang teman sekantor yang baru saja menjadi ayah bercerita. Ketika kemarin mengunjungi dokter tepat usia 1 bulan si kecilnya, ternyata BB si kecil hanya naik 4 ons dari BB lahir. Dokter mengatakan, kenaikan 4 ons itu sangat sedikit, mestinya 1kg. Mendengar judgement si dokter, istri teman sekantor ini sedih. Merasa gagal. Dan yang membuat saya sangat turut bersedih, pada akhirnya si kecilnya diberi tambahan susu formula setelah sebelumnya full ASI.........

***

Berjuang memberikan ASI Eksklusif untuk si kecil memang bukan hal yang mudah. Terlebih untuk ibu bekerja. Ketika cutinya habis dan harus kembali ke kantor, ASI Eksklusif menjadi sebuah tantangan tersendiri. Bagaimana agar bayi tetap mendapat asupan ASI selama ditinggal ibu bekerja. Susah? Hmm...tidak, walaupun tak bisa dikatakan mudah.

Saya sendiri, jauh sebelum menikah sebenarnya sudah mengetahui akan adanya wacana ASIX tersebut. Namun saya baru benar-benar belajar soal ASIX ini setelah tahu ada calon si kecil di kandungan. Belajar dari para ibu yang bergabung di forum diskusi intranet kantor, belajar dari buku-buku dan as usual, belajar dari banyak artikel-artikel maupun kisah-kisah yang tertuang di blog pribadi ibu-ibu, hasil jalan-jalan nyasar di dunia maya. Kesimpulannya hanya satu, ASI sangat penting untuk bayi dan saya (berharap) bisa memberikan ASIX untuk si kecil.

Sekitar sebulan sebelum saya mengantor, saya mencoba melakukan pumping ASI. Alhamdulillah memang rezekinya si kecil, teman sesubdit suami memberikan kado satu paket breastpump elektrik beserta cooler bag (yang sebenarnya sudah masuk waiting list babies supplies yang belum kami beli). Awal-awal memompa, hasilnya sangat sedikit. Bahkan nyaris membuat saya putus asa. Sedih, menangis bombay. Di level ini, suamilah yang menjadi suporter utama.  "Jangan menyerah," kata beliau.

Tiap hari saya mencoba untuk terus pumping di sela-sela tidur si kecil. Walau terkadang hampir menyerah. Saya ingat benar, hari-hari menjelang kantor dipenuhi dengan kecemasan soal kelanjutan program ASIX. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit. Mulai dari awal ketika pumping hanya berhasil 20ml, hinggal akhirnya lama-lama akhirnya meningkat. Dua minggu sebelum masuk kantor, mulailah dilakukan pumping secara rutin untuk membuat stock ASIP. And finally, di hari pertama ngantor tersimpanlah 22 botol ASIP di kulkas dengan kisaran per botol 60-80ml.

Hal selanjutnya yang saya pikirkan adalah bagaimana bisa terus pumping ketika di kantor. Alhamdulilllah, ada ruangan yang bisa digunakan di dekat sekretariat meski harus bergantian. Dan yang lebih membuat saya senang, ibu-ibu di kantor banyak yang mendukung ASIX. Serasa punya supporter deh. Hehe. Dan satu lagi, atasan saya cukup memahami soal ASIX juga sehingga jika pada jam-jam tertentu saya menghilang (jadwal memerah di kantor 3-4 kali sehari) beliau sudah paham. Soal gel-ice yang dipakai sebagai pendingin di cooler bag, saya titipkan di freezer kulkasnya Kepala Kantor.

Sampai minggu ketiga di kantor ini, saya masih bisa membawakan oleh-oleh buat Khonsa setiap pulang ke rumah. Walaupun setiap ke kantor harus repot bawa peralatan pumping beserta cooler bag, saya bahagia. Alhamdulillah. Khonsa pun semakin pintar dengan ASIPnya. Jika pekan pertama hanya menghabiskan paling banyak 300ml per hari, sekarang bisa sampai 400ml per hari, bahkan lebih. Stock ASIP di freezer pun masih aman, selalu pada level 20 botol tiap pagi dan sekarang per botol diisi 80-90ml. Dan yang bikin seneng, setelah bulan pertama cuma naik sekitar 6 ons, sekarang BB Khonsa sudah 5,5kg di usia 2,5 bulan...

Ternyata benar, salah 1 kunci sukses ASIX adalah tekad yang kuat. Saya tak terbayang jika dulu langsung menyerah, bisa jadi sekarang tak seperti ini. Doakan ya, semoga kami bisa memberikan yang terbaik untuk si kecil....


Cooler bag medela  (dr google):Medela mini elektrik (dr google):

Stok ASIP di freezer per 8 Juni 2009 :






Blog EntryMay 28, '09 8:51 PM
for everyone
Kemarin malam tatkala mata hampir terpejam, terdengar bunyi handphone bergetar tanda sebuah pesan masuk. Dari ibu di rumah. Tumben SMS malam-malam, dalam hati saya membatin.

"Mbak, masih ingat adik kelasmu SMA yang pernah pinjem atasan panjang sama jas almamater SMA? Yang ibunya teman SMA alm. bapak? Hari ini meninggal dunia, kena paru-paru basah, padahal udah semester 6 di KU," begitu kira-kira isi SMS ibu saya tercinta. Deg. Jantung saya bergetar. Innalillahi...Sebuah berita yang selalu membuat diri ini tersadar, betapa dekatnya maut dengan kita.

Belum hilang kekagetan karena berita itu, tadi malam, seorang al ukh tiba-tiba mengirim SMS pendek, "Jeung, bayinya fulanah meninggal...". Fulanah, salah seorang teman seangkatan kami yang terakhir saya dengar sudah mengambil cuti melahirkan. Terbayang betapa perihnya kehilangan sesuatu yang begitu dinantikan. Lebih perih lagi, ketika saya mengetahui bayi teman saya ini meninggal dalam kandungan, dan beliau terpaksa diinduksi untuk mengeluarkan janin yang sudah meninggal tersebut. Gerimis mata saya membayangkannya...

Dan pagi ini, saya kembali mendapatkan sebuah berita duka, ibu dari salah seorang teman seangkatan meninggal dunia. Padahal baru sekitar 2 pekan yang lalu teman saya mengambil cuti seminggu untuk meleburkan rindu kepada ibunya. Terbang dari ujung Sumatra menemui ibu tercinta di tanah Jawa Tengah. Saya masih ingat, betapa riangnya beliau ketika kami bercerita via Gtalk akan kepulangannya........

  ***

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un...
Sesungguhnya kami milik Alloh dan kepada-Nyalah kami kembali.

Satu episode yang tak akan pernah terlewatkan atau mampu dilawan oleh manusia :maut, sebuah kematian. Sudahkah kita mempersiapkan bekal sebaik2nya?


Utankayu, 29 Mei 2009

Blog EntryMay 12, '09 10:00 PM
for everyone
Hidung yang tersumbat oleh kotoran maupun ingus merupakan satu hal yang cukup mengganggu. Bagi orang dewasa, mengatasi hidung yang tersumbat menjadi suatu hal yang mudah dilakukan. Lain halnya dengan bayi, apalagi bayi yang masih kecil seperti Khonsa. Beberapa pekan lalu, bunyi nafas yang keluar dari hidung Khonsa disertai dengan bunyi seperti jika ada sesuatu yang menyumbat. Ketika Khonsa menangis pun suaranya aneh dan dia sedikit tersiksa, seperti ada sesuatu yang membuat hidungnya mampet. Benar-benar terlihat tak nyaman.

Tiga kali Khonsa mengalami hal ini. Setelah saya periksa, hidung Khonsa ternyata tersumbat kotoran, dan kali lain yang menyumbat adalah ingus karena dia banyak menangis. Pusing juga awalnya memikirkan bagaimana caranya mengeluarkan 'pengganggu' yang menyumbat hidung Khonsa. Setelah bereksperimen dengan berbagai macam cara, ternyata ada 1 cara jitu yang terbukti selalu berhasil mengatasi hal tersebut, yakni menggunakan cotton buds kecil khusus bayi yang dibasahi air hangat. Agar bayi tak bergerak-gerak ketika hidungnya dibersihkan, hal ini bisa dilakukan ketika ia tidur. Pilihan lainnya dibedong dulu sebelum kita membersihkan hidungnya. Alhamdulillah, tiga kali tersumbat, tiga kali pula 'berhasil' membuat plong hidung Khonsa dengan cara tersebut. Tetapi hati-hati, jangan terlalu dalam ketika 'mengorek' hidung bayi, dan jangan sampai kapas cotton budsnya tertinggal di dalamnya.

Semoga bermanfaat.
Gambar dari google.

Atas desakan seorang teman, saya ingin berbagi sedikit 'jurus' yang saya persiapkan dan lakukan ketika melakukan perjalanan jauh dengan Khonsa kemarin. Sebenarnya saya enggan sih, lha wong juga baru aja punya anak, baru pertama kali bepergian jauh sama si kecil, :D. Tapi tak apalah, itung-itung berbagi dengan kawan yang lain juga.

Pertama, memastikan si kecil dalam kondisi yang fit ketika hendak diajak bepergian. Hari-hari menjelang keberangkatan kami ke Jakarta, saya benar-benar memantau kondisi Khonsa. Konsumsi ASInya, pipis dan pupnya bagaimana, mengatur jam tidurnya, dll. Sebisa mungkin mengusahakan agar Khonsa dalam kondisi yang OK sebelum diajak melakukan perjalanan jauh. Beberapa hari sebelum keberangkatan Khonsa sempat terkena alergi yang membuatnya sedikit rewel dan hal ini membuat saya hampir mengurungkan niat berangkat ke Jakarta tgl 3. Namun alhamdulillah kondisinya membaik bahkan alerginya sudah sembuh, jadi tak perlu mengubah rencana semula.

Mempersiapkan keperluan si kecil selama perjalanan. Sehari sebelumnya, saya sudah mempersiapkan kira-kira apa saja keperluan Khonsa selama perjalanan di kereta. Lagi-lagi bukan hal yang mudah, namanya pertama kali punya anak, maunya semua barang dibawa, hehe. Tetapi setelah dipertimbangkan dan dipikirkan lagi, inilah yang saya siapkan dalam 1 tas khusus keperluan Khonsa selama on the way :
# Diapers
# Tisu Basah Khusus Bayi.
Ini bermanfaat ketika dia pipis atau pup. Untuk membersihkan. :)
# Baju Ganti.
Khawatir Khonsa gumoh atau mungkin celana dan bajunya kotor terkena ompol atau cipratan pupnya (walaupun kemungkinannya kecil karena memakai diapers), saya mempersiapkan sepasang baju ganti untuknya. Setelan panjang atas-bawah untuk mengantisipasi AC kereta yang cukup dingin.
# Sarung Tangan dan Kaos Kaki
# Alas Ompol.
Hanya untuk siap-siap saja, siapa tahu dibutuhkan (dan ternyata tidak terpakai sama sekali).
# Selimut.
Untuk menyelimuti Khonsa selama di kereta. Namun kemarin karena sesuatu hal, akhirnya sleimut yang sudah dipersiapkan tak jadi dibawa. Diganti dengan kain bedong yang hangat dan lebar, difungsikan sebagai selimut.
# Keperluan Khusus Lainnya.
Yang ini berbeda-beda tiap bayi. Keperluan khusus untuk Khonsa adalah minyak tawon, salep ruam popok/diapers, salep mata, serta salep telinga (agar tindikan tidak gatal).

Pada hari H, mempersiapkan si kecil menghadapi perjalanan jauh. Pertama, kostumnya. Saya memakaikan diapers, celana panjang, baju panjang, topi bayi, sarung tangan dan kaos kaki untuk Khonsa ; sebagai antisipasi suhu kereta yang dingin karena AC. Alhamdulillah dia cukup 'bersahabat' dengan kostum ini walau sebelumnya belum pernah didandani seperti itu. Berikutnya, sebelum berangkat pastikan si kecil dalam kondisi full alias kenyang. Ketika kenyang, bayi biasanya akan mengantuk lalu tertidur. Jadi selagi menunggu di stasiun bayi tak rewel, kita pun tak perlu repot mencari tempat menyusui. Paling tidak dia terbangun ketika berada di atas kereta dan kita sudah duduk nyaman. Oya, selain itu kemarin saya membawa bantal sebagai alas tidur Khonsa, jadi ketika dipangku posisi badannya bisa nyaman. Bantal ini bisa diganti dengan kasur bayi juga sih, asal tak terlalu besar. Jangan lupa juga menengok diapersnya, kalau sudah penuh diganti dengan yang baru.

Mempersiapkan keperluan Ibu. Yang jelas, Ibu harus siap tempur selama di perjalanan. Siap menggendong si kecil. Siap jika sesekali harus berdiri di kereta ketika bayi minta diayun. Siap memangku si kecil. Siap menenangkan jika bayi rewel atau menangis (tak perlu grogi dengan banyaknya penumpang). Siap jika bayi pipis atau pup sewaktu-waktu. Dan tentunya siap dengan kostum yang pas karena harus memberi makan si kecil, :D. Tak lupa membawa logistik, namanya ibu menyusui meski sedang di perjalanan tetap harus makan yang banyak dan bergizi agar ASI tetap lancar.

Memupuk rasa percaya diri bahwa kita bisa menangani si kecil. Keberangkatan saya ke Jakarta bersama Khonsa kemarin hanya beserta ayah dan pengasuhnya. Padahal selama di rumah, saya cukup terbantu dengan adanya Ibu, Bulik, Mbah dan keluarga lain yang juga bergantian 'memegang' Khonsa, misalnya ketika dia rewel minta gendong atau menangis. Sebelumnya saya cukup khawatir, bisa tidak ya nanti menghandle Khonsa di kereta? Bagaimana kalau dia tiba-tiba rewel? Bagaimana kalau tiba-tiba menangis? Tapi kami (saya, ayahnya dan si mbak) buru-buru menepis kekhawatiran tersebut dengan positive thinking dan tentu saja memupuk rasa PD setinggi-tingginya bahwa kami bertiga pasti bisa, hehe. Dan alhamdulillah berhasil.

Yang terakhir tentu saja, berdoa. Berdoa agar perjalanan lancar sampai tujuan. Berdoa agar semuanya dimudahkan. Meski kita merencanakan dan mempersiapkan, tetap saja Alloh yang menentukan. Jadi yang ini tak boleh kelewat. :)

Hmmm...apalagi ya? Rasanya sih persiapannya cuma itu. Untuk ukuran yang pertama, memang perjalanan kemarin bisa dibilang -alhamdulillah- cukup lancar. Khonsa tidak rewel (satu-satunya yang kami khawatirkan), hanya seperti rutinitasnya sehari-hari saja, tidur-mimik-pipis-pup, standar bayi. :D


Pages:1234
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design - Copyright © 2005 Chris Vincent All rights reserved.